Tuesday, July 5, 2011

Insomnia Picu Kematian Dini


     Laki-laki dengan insomnia berat memiliki risiko empat kali lipat mengalami kematian lebih cepat. Risiko kematian dini bahkan meningkat hingga tujuh kali lipat pada laki-laki yang menderita hipertensi atau diabetes tipe 2. Namun ini tidak berlaku pada perempuan. Penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat ini menunjukkan tidak ada peningkatan angka kematian pada perempuan yang mengalami insomnia kronis.



     Penelitian dilakukan dengan mempelajari pola tidur dari 1.000 orang perempuan dan 741 laki-laki selama 14 tahun. 8% perempuan dan 4% laki-laki diketahui menderita insomnia kronis. Dimana mereka tidur kurang dari enam jam dalam semalam, setidaknya selama satu tahun. Hasil menunjukkan, laki-laki yang menderita kondisi insomnia kronis 4,3 kali lebih berisiko meninggal selama periode penelitian dibandingkan yang lainnya. “Hingga saat ini belum ada penelitian yang menunjukkan insomnia terkait dengan kematian” ujar Alexandros Vgontzas, dari Penn State College of Medicine and Hershey, Pennsyvania seperti yang dilansir dari telegraph.

     Temuan utama dari penelitian ini menungkapkan insomnia, gangguan tidur paling umum terkait dengan  kematian pada laki-laki. Namun peneliti masih belum mempunyai penjelasan lebih detail mengapa insomnia ini lebih berbahaya bagi kaum laki-laki, sementara dikalangan perempuan tidak ada peningkatan risiko kematian.

     Ada tiga jenis gangguan insomnia, yaitu susah tidur (sleep onset insomnia), selalu terbangun di tengah malam (sleep maintenance insomnia), dan selalu bangun jauh lebih cepat dari yang diinginkan (early awakening insomnia). Cukup banyak orang yang mengalami satu dari ketiga jenis gangguan tidur ini. Dalam penelitian ini dilaporkan di Amerika Serikat sekitar 15% dari sekitar total populasi mengalami gangguan insomnia yang cukup serius.

     Insomnia dapat timbul karena berbagai sebab, baik karena gangguan psikologis seperti cemas, stress, dan tertekan. Maupun gangguan fisik, misalnya mengidap penyakit kronis, sakit gagal jantung dan hati.

     Gangguan tidur insomnia merupakan gangguan yang belum serius jika dialami kurang dari sepuluh hari. Untuk mengatasi gangguan ini dapat dicoba dengan menggunakan tehnik-tehnik relaksasi sebagai berikut ;
  1. Mandi dengan air hangat sebelum tidur. Mandi atau berendam dengan air hangat akan membuat tubuh menjadi lebih relaks, asal tidak terlalu lama.
  2. Lakukan kegiatan “menyenangkan” dengan pasangan, misalnya dengan bercinta atau saling pijat.
  3. Minum segelas susu hangat 15 menit sebelum tidur. Susu mengandung kalsium yang secara langsung membuat tubuh lebih relaks.
  4. Dengarkan musik (soft & easy listening music).
  5. Jika tidak suka susu, minum secangkir teh herbal (chamomile, catnip, anise atau fennel tea).
  6. Hindari minuman dan/atau makanan yang mengandung kafein, dan alkohol minimal 2 jam sebelum berangkat tidur. Jauhi juga merokok.
  7. Tempat tidur adalah tempat untuk beristirahat dan tidur. Jangan bawa pekerjaan ke tempat tidur.
  8. Jangan membaca maupun menonton televisi begitu neik ke tempat tidur.
  9. Ciptakan suasana ruangan tidur yang nyaman.

Sumber : Harian Nusa Bali
Gambar : myhypnotherapyeft.com

No comments:

Post a Comment